Monday, March 17, 2014

Desain Interior Rumah Minimalis Gaya Jepang

Rumah minimalis sebenarnya bisa dibuat dengan menggunakan berbagai macam gaya. Salah satu yang cukup menarik untuk dipertimbangkan adalah gaya arsitektur Jepang. Dari gaya inilah ide desain minimalis kemudian berkembang. Ciri minimalis gaya interior yang satu ini sangat menonjol terutama penggunaan furniture yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan alamiah dan efisiensi. 

Material Kayu sebagai Bahan Utama Bangunan

Arsitektur berbahan kayu yang disebut kansai ini dipengaruhi faktor geografis yang ada di Jepang. Selain kayu melimpah, Jepang memiliki musim panas yang lama, berhawa panas, dan lembap. Bahan kayu dipilih karena dapat menjaga suhu tetap sejuk di musim panas, dan tetap hangat di musim dingin. Di samping itu, kayu karena lebih fleksibel dan mudah dibangun kembali jika mengalami kerusakan akibat bencana alam yang sering terjadi di Jepang, yaitu gempa, gunung meletus, dan angin topan.


Penggunaan kayu dengan desain minimalis sendiri banyak dipengaruhi oleh arsitektur kuil Buddha yang dibawa dan didukung oleh pihak kerajaan di abad ke-6. Ide minimalis juga dipengaruhi oleh Taoisme dan arsitektur Buddha Zen yang memandang bahan alami menjaga kesederhanaan agar tetap menyatu dengan alam.

Ciri khas lain dari desain gaya Jepang adalah ekspos struktur bangunan sebagai unsur utama desain. Penonjolan ini dilakukan untuk mengekspresikan keindahan bentuk dan pola estetika desain tradisional yang berdasarkan komposisi geometris dan ruang yang terbuka.

Desain rumah minimalis gaya Jepang dengan sentuhan modern
Kayu sebagai bahan utama arsitektur Jepang dengan sentuhan modern seperti TV LCD

Partisi Geser Berbahan Kertas dan Kayu

Pada awalnya desain minimalis Jepang bersifat terbuka tanpa sekat. Lama-kelamaan desain ini berkembang mempertimbangkan fungsi area untuk makan, tidur, berpakaian, dan sebagainya. Kemudian muncul satu lagi khas desain gaya ini, yaitu panel yang dibuat dari bahan kertas berbingkai kayu yang dapat digeser dengan mudah.

Ide penggunaan panel geser kertas dan kayu yang disebut fusuma dan shoji ini mungkin bisa juga ditelusuri dari kebutuhan masyarakat Jepang akan suatu arsitektur substansi dinding yang ringan sehingga mudah digeser dan tipis sehingga mudah ditembus untuk dijadikan jalan keluar sewaktu-waktu ada gempa mendadak untuk meminimalkan kecelakaan.

Fusuma dan shoji sama-sama panel geser kertas. Ukurannya pun sama seperti halnya pintu. Lalu apa beda fusuma dan shoji?

Kertas yang dipakai fusuma lebih tebal dan buram. Kertas fusuma tidak tembus cahaya atau opaque, dan diaplikasikan pada kedua sisi bidangnya (double). Fusuma biasanya digunakan sebagai pintu oshi-ire, lemari kloset tempat penyimpan kasur futon, kasur kapas empuk yang mudah digulung dan digelar khas Jepang. Fusuma juga difungsikan sebagai partisi antara dua ruangan, yang dirasa tidak menginginkan cahaya satu ruangan tembus ke ruangan satunya. Karena fungsinya sebagai partisi antar-ruang dan tidak untuk menembuskan cahaya, biasanya fusuma ini dihiasi pola-pola tertentu atau lukisan cat air tentang pemandangan alam atau binatang dengan demikian sekaligus berfungsi dekoratif.

Panel shoji terbuat dari kertas tipis berwarna putih (rice paper), yang tembus cahaya namun tidak tembus pandang dan biasanya diaplikasikan pada satu sisi bidangnya saja atau single. Fungsi shoji mirip dengan blind, jika dipasang membuat pandangan terhalang, tapi cahaya masih bisa masuk. Karena fungsinya untuk menangkap cahaya, shoji sering dipakai sebagai panel partisi interior dengan luar rumah. Shoji juga berfungsi sangat baik sebagai pemecah angin atau windbreak. Karena saking tipisnya, biasanya frame shoji dibuat lebih kerap, tiap lima hingga sepuluh sentimeter (lihat perbedaannya di bawah).

Panel fusuma dan shoji pada ruang tamu
Tengah panel fusuma dengan lukisan cat air artistik dan
sebelah kanan shoji yang berbingkai kecil (foto: en accessories)

Duduk Seiza di Tatami dan Zabuton

Dalam arsitektur tradisionalnya, lantai di ruangan-ruangan dalam rumah dirancang memiliki tatami. Tatami adalah alas lantai tradisional Jepang berupa tikar empuk berbahan jerami padi. Sama halnya dengan kayu, tatami ini merupakan penjaga suhu yang baik: hangat saat musim dingin dan sejuk saat musim panas. Tatami dipergunakan untuk relaks dengan duduk bersimpuh khas Jepang yang dikenal dengan sebutan seiza. Untuk mendapatkan kenyamanan seiza, kita juga bisa menggunakan zabuton, yaitu bantalan bersimpuh.



Pada saat ini, tentu saja desain minimalis gaya Jepang sudah dikombinasikan dengan sentuhan modern untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Namun demikian, penggunaan perabotan modern modern sedapat mungkin tetap berprinsip pada efisiensi, misalnya penggunaan televisi LCD yang hemat listrik, atau pemanfaatan listrik tenaga surya yang dipasang di atas atap rumah. Untuk menanggulangi kelemahan kayu yaitu rentan terhadap kebakaran, dilakukan finishing dengan pelapis kayu tahan-api sehingga keawetan terjaga demi efisiensi energi. Dengan kesederhanaan alami dan efisiensinya, desain gaya Jepang telah banyak mempengaruhi gaya desain minimalis modern yang kini tengah populer, termasuk di Barat.

Sunday, March 16, 2014

Menciptakan Focal Point di Ruang Tamu

Setiap desain  ruangan yang bagus tergantung pada cara menciptakan focal point yang menarik, yaitu titik konsentrasi perhatian orang yang memasukinya ruangan tersebut. Titik ini berdampak pada mood orang sekitar untuk memandangnya dan mempengaruhi suasana seluruh ruangan. Banyak ruangan memiliki focal point yang alami seperti jendela yang besar atau perapian. Focal point lainnya bisa terdiri dari cabinet, rak buku, atau lukisan. Sekali focal point telah ditentukan, tata letak semua perabotan lain pasti akan ditentukan berdasarkan atau berhubungan dengan titik itu. Khusus di ruang tamu, focal point yang ideal adalah pada dinding focal, yaitu dinding lebar yang akan Anda perhatikan saat memasuki ruangan.

Sofa sebagai Focal Point di Ruang Tamu Sempit

Jika ruangan terbatas atau sempit, Anda bisa menjadikan sofa sebagai focal point. Untuk mendapatkan kesan lebar, Anda bisa membuat manipulasi lebar secara visual dengan meletakkan sofa yang lebar di sepanjang dinding, otomatis area tersebut akan menjadi focal point ruangan. Untuk dinding di atasnya, biasanya diletakkan cermin besar untuk menambah kesan nampak lebih lega. Jika memungkinkan Anda bisa mencoba menggeser sedikit sofa menjauhi dinding, untuk menambah kesan aliran udara ruangan lancar. Usaha memosisikan furniture ke tengah ruangan inilah yang disebut floating furniture (mengapungkan furniture). 

Lukisan di atas Sofa sebagai Focal Point

Lukisan juga sering dipasang di dinding focal tersebut. Tinggi pemasangan lukisan disesuaikan dengan proporsi bagian lain dalam ruangan. Misalnya apabila bidang dinding focal point berada di sebelah kusen pintu, dianjurkan sebaiknya Anda tidak memasang gambar melebihi tinggi kusen tersebut. Pemasangan lukisan atau gambar yang rendah juga mempengaruhi keintiman dan hubungan pribadi antara gambar dengan orang yang duduk di dekatnya. Semakin rendah dengan orang yang duduk di bawahnya (tuan rumah), semakin memberi kesan ada hubungan pribadi antara foto dengan tuan rumah.

Lukisan sebagai focal point

Saran:

Panjang Kerangka lukisan besar yang menjadi focal point kira-kira 2/3 panjang sofa. Jika kurang, kombinasikan beberapa gambar untuk memenuhinya.

Kombinasi frame gambar ukuran lebih kecil
Ruang Tamu dengan kombinasi rak buku dan lukisan sangat elegan penuh dengan nuansa 
hangat dan private karya Pennington Interior Designers & Decorators Deborah Leamann

Tabu:

Jangan meletakkan frame gambar yang terlalu kecil di atas sofa. Sebagaimana dianjurkan oleh Richard Mishaan, desainer interior terkenal, jika Anda ingin meletakkan frame kecil di atas sofa, sebaiknya digeser ke arah pinggir (lihat frame #6 pola tata letaknya di bawah). Menurut beliau, di sana ada bidang kosong negatif yang dalam bahasa Jepang disebut ‘Ma” yang menjadi bagian dari lukisan. Usahakan melengkapi lebarnya dengan tempat lilin, rak, atau perabotan lain sehingga seimbang dengan lebar frame yang dianjurkan sesuai proporsi.


Tentu saja itu adalah rumus sederhana, karena tidak ada salah dan benar dalam desain interior. Lebih-kurangnya adalah selalu mengacu pada proporsi. Untuk lebih detailnya, silakan ikuti pola yang disarankan Kelly Wioleta, desainer interior asal Polandia di website-nya InteriorPL.Com berikut ini:

Cara mengatur lukisan di atas sofa

Empat Tips Membuat Desain Minimalis Ruang Makan

Saat Anda sedang merancang ruang makan, desain interior minimalis tentu saja merupakan pilihan yang layak Anda pertimbangkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa acara makan sebaiknya tidak diganggu oleh hal-hal yang di luar acara menikmati hidangan. Nampaknya hal itu cocok dengan desain minimalis yang mengurangi hal-hal yang tidak perlu dalam ruangan. Namun, seperti apa rancangan minimalis dalam ruang makan yang berukuran besar? Berikut ini empat tips beserta contoh desain minimalis ruang makan sebagai tambahan ide kreatif bagi Anda yang sedang membangunnya. 

Furniture Bertema Modern untuk Ruang Besar

Untuk ruang makan berukuran besar, Salah satu pilihan yang bisa Anda aplikasikan dalam desain interior ruang makan anda adalah furniture dengan tema modern. Mebel kayu bertema modern biasanya terlihat simple, karena itulah sangat cocok untuk diletakkan di sebuah ruang makan dengan tema minimalis seperti gambar ilustrasi di bawah.

Tema warna yang diambil adalah putih dan warna alami kayu. Bahan-bahan kaca transparan seperti pada rak ambalan membuat ruangan terlihat lebih lega. Lampu gantung modern berbentuk oval, TV berlayar besar berkesan mewah. Penggunaan lampu gantung dan gambar dekoratif berukuran besar memang dianjurkan untuk ruangan-ruangan besar tanpa mengkhawatirkan ruangan menjadi terlihat sempit. Taplak Runner jenis kerai kayu dipakai untuk mempercantik meja makan yang juga berbahan kayu. Kursi minimalis berwarna putih dengan dudukan yang empuk dikombinasikan dengan area rug yang memberikan kenyamanan posisi makan. Dan sebagai sentuhannya, vas dengan tumbuhan hidup maupun kering dikombinasikan membawa kesegaran alami untuk mengimbangi tema ruang yang sangat modern. Ruangan minimalis modern ini sangat cocok diaplikasikan dalam hotel atau restoran besar.

Ruang makan ukuran besar modern minimalis
Ruang makan minimalis modern dengan memainkan bentuk geometris persegi dan bulat

Gunakan Material yang Menenangkan

Pilihlah material yang menenangkan, yaitu material yang membuat suasana makan Anda nyaman. Di dalam desain minimalis, warna netral seperti putih tenang biasa dipakai sebagai background seperti pada dinding. Furniture dengan bahan kayu bagus untuk ruang makan yang menginginkan suasana hangat saat berkumpul makan bersama keluarga. Warna-warna pastel seperti cream juga bisa dipakai untuk memperoleh suasana tenang dan santai. 


Ruang makan berlantai kayu blok
Ruang makan berlantai kayu blok
nampak simple dan bersih 
Furniture ruang makan berbahan kayu
Furniture ruang makan berbahan kayu
menghangatkan suasana bersama

Maksimalkan Cahaya Alami untuk Ruang Kecil

Jika memungkinkan, desain ruang makan dengan ukuran yang sempit bisa juga diakali dengan memaksimalkan masuknya cahaya natural yang berasal dari matahari. Cahaya natural semacan ini bisa didapatkan dengan menggunakan jendela dengan ukuaran yang cukup besar di area ruang makan Anda. Selain cahaya natural yang bisa menjadi penerang di siang hari, pemandangan di luar juga bisa Anda dapatkan sebagai bonusnya. Satu hal yang tidak boleh Anda lupakan adalah menempatkan jendela tersebut pada posisi yang tepat sehingga cahaya dan pemandangan luar bisa didapatkan dengan sempurna.
Pencahayaan alami ruang makan
Pencahayaan alami ruang makan yang sempit

Hias Ruang Makan Anda 

Penambahan nilai dekoratif nampaknya merupakan sesuatu yang tidak dilupakan begitu saja oleh para desainer interior. Untuk desain minimalis, dekorasi sering mereka pilih untuk menghiasi ruang makan adalah penggunaan tanaman hidup tatanan buah atau bunga di atas meja seperti terlihat pada gambar-gambar contoh di atas. Selain sederhana, hiasan bunga hidup dengan warna hijau alami bisa menggugah selera makan kita. 

Apakah Anda setuju dengan pendapat ini? Jika iya, Anda layak mencoba menerapkannya. Bila tidak, Anda bisa berbagi saran untuk para pembaca +De RuMi melalui komentar di bawah. 

Material Kayu untuk Desain Minimalis Ramah Lingkungan

Belakangan ini desain minimalis memang banyak diaplikasikan dalam rumah yang memiliki ruang yang terbatas. Yang menjadi masalah adalah bahwa sebagian orang bingung dalam memilih material apa yang cocok untuk interior rumah minimalis tersebut. Pemilihan material yang salah bisa membuat setiap ruangan di rumah Anda yang sudah terbatas menjadi terlihat lebih sempit, dan tentunya rumah semacam itu bukanlah rumah yang nyaman untuk tinggal Anda dan sekeluarga.

Untuk Anda yang sedang memikirkan material apa yang paling tepat untuk desain minimalis, +De RuMi akan menyuguhkan sekadar alternatif, yaitu bahan kayu. Selain relatif mudah didapatkan, bahan kayu sangat sesuai dengan prinsip minimalis yaitu mengutamakan kesederhanaan esensi alami. Di samping itu, desain kayu juga memenuhi standar ecodesign, yang antara lain adalah sebagai berikut:
  • mempertimbangkan pemanfaatan berkesinambungan bahkan setelah tercapai masa pakai, seperti dapat didaur ulang (recycle) atau dapat dipakai sebagai bahan membuat barang lain (reuse)
  • pembuatannya tidak boros energi, termasuk reuse atau penggunaan kembali barang bekas, pemanfaatan energi alami seperti cahaya matahari, dan penggunaan bahan-bahan yang awet sehingga mengehemat energi
  • ramah lingkungan, memperhatikan dampaknya bagi lingkungan, seperti tidak beracun dan tidak berbahaya bagi lingkungan
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ecodesain dan minimalis mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengurangi hingga pada fungsinya sehingga efisien. Berikut ini contoh desain ramah lingkungan minimalis berbahan material kayu.

Penggunaan Material Kayu untuk Furniture

Penggunaan kayu yang paling lazim kita temui atau kita pilih adalah sebagai bahan furniture, seperti meja, kursi, rak, kabinet, dan tempat tidur. Pada contoh di bawah kayu dipakai sebagai bahan kursi dan meja ruang makan. Desainnya minimalis, kursi mengekspos warna alami kayu dan berbentuk sederhana, sementara meja kayu dicat polos dengan bentuk yang juga sederhana, yaitu geometris persegi panjang. Bahan yang digunakan kayu solid sehingga awet sesuai dengan prinsip eco-design. Konsep eco-design dalam ruangan makan ini juga nampak adanya penggunaan jendela kaca berukuran besar (wall-sized windows) yang dapat memberikan lebih banyak cahaya matahari yang selain mengurangi penggunaan energi listrik tentunya juga akan membuat bagian dalam rumah menjadi lebih sehat.

Kursi kayu minimalis ramah lingkungan
Kursi ruang makan berbahan kayu, minimalis ramah lingkungan

Penggunaan Material Kayu untuk Dinding

Penggunaan material kayu pada bagian rumah yang banyak ditemui selanjutnya adalah pada dinding. Pada contoh kedua ini rumah minimalis menggunakan blok-blok kayu sebagai dindingnya. Masih sama dengan contoh pertama, rumah ecodesign nomor dua ini menggunakan jendela-jendela kaca berukuran besar untuk memanen energi matahari. Panas matahari juga mengeringkan dinding dan membuatnya semakin kuat. Dinding kayu juga merupakan pengendali temperatur yang sempurna, menahan panas dan dingin pada ukuran suhu yang stabil. Ia hanya akan mengembang jika kelembapan di bawah nol persen, walau pada kenyataannya tingkat kelembapan tidak pernah turun hingga di bawah lima persen. Dinding dengan bahan ini ternyata juga merupakan peredam suara alami yang sempurna, karena itulah ruang-ruang pagelaran konser akustik menggunakan dinding kayu.

Bangunan berdinding kayu minimalis
Bangunan dengan dinding kayu minimalis

Penggunaan Material Kayu untuk Lantai

Tempat tidur berlantai kayu
Tempat tidur berlantai kayu
Bagian rumah yang juga sering berbahan kayu adalah lantai. Perawatan Lantai kayu sangat mudah, lihat Cara Aman Membersihkan Lantai Kayu. Noda yang timbul juga lebih mudah dibersihkan daripada Lantai Karpet. Jika lantai mulai pudar atau Anda bosan dengan warnanya, Anda tinggal mengamplasnya dan menggantinya dengan finishing baru. Ruang tidur minimalis berlantai kayu tidak hanya berkesan hangat, tapi seperti disebutkan di atas, memang kayu menjadi penjaga suhu yang baik.

Kayu sebagai Bahan Utama Bangunan

Contoh terakhir ini adalah rumah bergaya Jepang yang menggunakan kayu sebagai bahan utama bangunan sebagai desain yang ramah lingkungan. Hampir seluruh bagian rumah menggunakan kayu, mulai dari dinding, lantai, hingga plafon. Ruangan kamar mandinya pun berlantai kayu. Tentu saja kayu yang dipakai adalah yang berkualitas tinggi dan tahan air. Itu dapat dilakukan dengan dukungan finishing yang tepat. Sebagai rumah yang eco-design, jendelanya juga menggunakan wall-sized window atau kaca-kaca besar seukuran dinding dari bahan kaca untuk menyerap energi matahari.
Penggunaan bahan kayu pada ruangan ini menciptakan kesan yang menenangkan, tepat dipakai untuk rileks berendam dalam bathtub melepas lelah setelah seharian bekerja. Desain ramah lingkungan minimalis ini juga cocok untuk rumah peristirahatan yang kita tinggali saat musim liburan tiba.

Rumah kayu eco-design minimalis
Rumah kayu dengan eco-design minimalis, hangat dan hemat energi

Saturday, March 15, 2014

Tiga Tips Menata Ruang Tamu dengan Desain Minimalis Modern

Menata ruang tamu dengan menggunakan desain interior minimalis sebenarnya merupakan sesuatu yang tidak begitu sulit untuk Anda lakukan. Yang perlu anda ingat adalah bahwa desain yang satu ini selalu mengutamakan tampilan yang sesederhana mungkin dengan mempertimbangkan fungsi. Dengan mengingat dan selalu memperhatikan kedua hal tersebut, tentunya Anda akan bisa menciptakan kreasi desain minimalis Anda sendiri untuk membuat ruang tamu Anda yang fungsional sekaligus apik di dalam kesederhanaan.

Pertama-tama, Anda harus menentukan terlebih dahulu tentang desain minimalis seperti apa yang akan Anda aplikasikan di dalam ruang tamu tersebut. Salah satu gaya yang bisa Anda pilih adalah desain minimalis modern, karena faktanya desain minimalis dan modern bisa saling melengkapi satu lain dengan cukup sempurna.

Sebagai sumber inspirasi bagi Anda, +De RuMi mengambil beberapa contoh desain minimalis modern ruang tamu yang bisa diadaptasi pada rumah Anda.

Floating Furniture dan Focal Point

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa Floating Furniture adalah cara bagaimana menempatkan furniture pada tengah-tengah ruangan yang besar menjauhi dinding untuk tujuan mengisi pusat dan memperoleh pengudaraan dan lalu-lintas penghuni yang lancar. Seperti kita ketahui, sirkulasi udara dan trafik ini merupakan fokus desain rumah minimalis yang biasa merancang ruangannya dengan minimalisasi dinding. Gaya floating furniture ini tepat untuk mengakomodasi kebutuhan fungsional ruangan yang besar tersebut. Yang perlu diperhatikan, ruangan besar dengan floating furniture ini memerlukan pembagian area yang teliti dengan memanfaatkan penataan furniture tepat. Beberapa area memerlukan focal point sebagai titik fokus agar tidak terganggu oleh besarnya ruangan. Penggunaan backdrop kain ataupun latar kayu seperti contoh di bawah ini lazim kita pakai sebagai focal point, dengan dukungan perabotan modern lain seperti TV dan audio.

Ruang tamu dengan floating furniture dan focal point kayu
Ruang tamu dengan floating furniture dan focal point berlatar warna kayu alami


Warna Netral dan Alami

Tentu saja, cara termudah untuk mengaplikasikan desain minimalis pada gaya modern ini adalah dengan memilih warna-warna netral. Warna putih, abu-abu, kelabu, dan gradasinya adalah warna dasar yang sangat menentukan dalam desain minimalis. Warna-warna netral ini biasanya diaplikasikan sebagai warna latar seperti pada dinding ruangan. Di samping itu, warna natural seperti warna alami kayu juga sejalan dengan prinsip minimalis yang sederhana dalam mengekspos esensi segala sesuatu termasuk perabotan. Anda bisa menggunakan warna-warna alami kayu seperti pada lantai kayu dan kusen-kusen rumah.

cara-menata-ruang-tamu-dengan-desain
Pemakaian warna netral putih sebagai latar
dikombinasi warna natural kayu pada ruang tamu

Pencahayaan dalam Perpaduan Hitam Putih

Satu lagi cara menata ruang tamu dengan desain interior minimalis adalah dengan pencahayaan yang tepat dan Perpaduan Warna Hitam Putih yang serasi. Walau secara teori warna hitam putih bisa dianggap tidak ada, kenyataannya kita mempunyai cat warna hitam putih yang bisa kita aplikasikan untuk mendapatkan gelap terang ruangan. Selain cat, tentu saja pencahayaan ruangan sangat berperan untuk membentuk suasana. Anda bisa memainkan pencahayaan ruangan untuk memperoleh suasana nyaman yang diinginkan, seperti gradasi redup, terang, gelap, dan permainan bayangan.

Pada contoh di bawah ini terlihat jelas bagaimana kita sebenarnya bisa mengkombinasikan hitam-putih dengan pencahayaan ruangan secara harmonis.

Ruang tamu dengan pencahayaan dan warna hitam-putih
Dengan pencahayaan yang tepat dan perpaduan hitam-putih,
tercipta ruang tamu modern yang elegan
Bagaimana menurut Anda? Sudahkah terbersit inspirasi untuk menerapkan desain ruangan minimalis modern pada ruang tamu Anda? Silakan share pengalaman Anda lewat kolom komentar di bawah.

Friday, March 14, 2014

Tiga Tempat Kerja Minimalis Terbaik di Rumah: Desain Terbuka

Sebelumnya +De RuMi telah memilih sebuah Desain Minimalis Terbaik Ruang Kerja Semi-Privat sebagai alternatif kebutuhan para profesional. Kali ini +De RuMi kembali akan memilih alternatif lain, yaitu Desain Minimalis Terbaik Tempat Kerja yang bersifat Terbuka.

Masih dengan prinsipnya yang bergaya simple dan fungsional, desain minimalis tidak menempatkan banyak barang di dalam tempat kerja terbuka di dalam rumah. Furniture yang wajib tentunya terdiri dari meja dan kursi. Perabotan lainnya cukup barang-barang yang diperlukan untuk kerja saja, mungkin berupa rak atau penyimpan buku, dan mungkin ditambah beberapa barang minor lain penunjang kerja.

Memainkan Warna Putih

Gradasi putih-hitam
Gradasi putih-hitam
Warna yang biasa dipergunakan dalam menyempurnakan desain minimalis adalah warna-warna netral, salah satunya putih. Walaupun sebagian desainer interior profesional tidak menyebutnya sebagai warna, putih menjadi kunci bagi pencahayaan gelap terang ruangan. Jika Anda ingin memiliki ruangan yang terbuka, pencahayaan dan warna putih akan sangat membantu Anda. Warna putih akan memberikan kesan luas, santai dan tenang.

Meja Kerja dengan Kaki Drawer

Desain pertama yang terpilih sangat simple, namun cukup fungsional untuk memenuhi kebutuhan bekerja. Tempat kerja yang berada di kamar tidur tepatnya di sebelah tempat tidur ini dilengkapi furniture berwarna hitam yang terdiri dari sebuah ambalan, dan meja kerja. Ambalannya sangat sederhana, yaitu sebilah papan yang terpasang menempel pada dinding (wall-mounted) dilengkapi hiasan kaca putih berlukiskan garis tak beraturan sederhana dan sebuah patung souvenir unik. Ketinggiannya disesuaikan dengan jangkauan tangan Anda yang bekerja. Meja kerjanya dilengkapi dengan tempat penyimpanan berupa laci dua tingkat yang sekaligus berfungi sebagai kaki sebelah yang bidang atasnya juga bisa dipergunakan untuk meletakkan alat-alat seperti buku. Kursi yang dipakai adalah ottoman, yaitu sejenis kursi kecil yang tidak dilengkapi dengan lengan maupun sandaran belakang. Kursi ini dilapisi dengan kain viscose yang bertekstur lembut dengan warna netral lain, yaitu abu-abu. Warna biru yang diaplikasikan adalah untuk menambah kesan tenang penuh percaya diri dalam bekerja.

Tempat kerja minimalis terbuka
Tempat kerja minimalis di kamar tidur

Meja Kerja Simple Berbahan Kayu

Tempat kerja minimalis terbuka berikutnya adalah tempat kerja dengan furniture minimalis yang sekaligus bergaya jadul atau vintage. Meja dan kursi menjadi pasangan kompak, terbuat dari bahan kayu yang tetap mengekspos warna alaminya kuning hangat senada dengan frame jendela yang dihadapinya. Di atas meja dilengkapi dengan sebuah kotak tempat pensil dan pulpen, mount hape yang sewaktu-waktu bisa diambil dengan mudah ketika bekerja, sebuah radio unik yang memiliki case berwarna alami kayu, sebuah penyangga minimalis berwarna putih guna meletakkan buku untuk dibaca sebagai referensi kerja, dan satu kotak putih wadah makan minum tersendiri. Satu lagi, karpet rami berwarna ungu tua yang cukup tebal, menghangatkan dan melindungi kaki dari lantai.


Uniknya, tempat kerja ini sengaja mengambil tempat menghadap view pemandangan alami luar jendela yang terbuat dari kaca. Nampaknya pemilik tempat kerja ini menginginkan suasana segar dengan view di alam luas sebagai penggugah inspirasinya ketika bekerja, sekaligus suasana di dalam yang hangat dengan warna-warna kuning alami.

Tempat kerja menghadap view alam terbuka
Tempat kerja menghadap view alam terbuka, menggugah inspirasi

Meja Kerja Wall-Mount Dikombinasi dengan Rak Ambalan

Contoh tempat atau ruang kerja ketiga ini mengambil gaya Floating Furniture, yaitu meja hitam dan dua sap ambalan berwarna kuning yang wall-mounted terlihat melayang menempel pada dinding. Furniture seperti ini hemat ruang dan bisa dengan mudah dipasang pada dinding ruang kerja Anda. Untuk dokumen kerja, tempat kerja ini dilengkapi dengan tempat penyimpanan berwarna putih terdiri dari dua laci berdampingan secara horisontal. Sama dengan contoh pertama, kursinya memakai ottoman berwarna hitam. Latarnya memakai dinding bercat kelabu dengan aksen putih pada sekitar meja ke bawah, memberi kesan teduh.

Tempat kerja dengan furniture floating
Tempat kerja dengan furniture floating

Demikian tiga desain terbaik tempat kerja terbuka yang bisa menjadi tempat yang nyaman di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan Anda yang tertunda tanpa harus melakukan lembur di kantor. Bagaimana Para Pecinta Desain Minimalis

Tiga Contoh Floating Furniture untuk Interior Minimalis

Jika saat ini Anda sedang dibingungkan oleh jenis furniture seperti apa yang paling tepat untuk dipilih untuk nantinya dan ditempatkan dalam desain minimalis, jenis mebel yang satu ini mungkin cocok untuk Anda. Jenis mebel yang kini tengah populer tersebut adalah mebel yang didesain dengan gaya floating atau mengambang. Tentu saja, mebel-mebel tersebut tidak benar-benar mengambang.
Rak buku mengambang cantik
Gaya floating  mengacu pada tata letak furniture khususnya ketika furniture tersebut diletakkan pada dinding sebagai bidang pendukung yang disamarkan sehingga saat sudah dipasang akan terlihat seperti mengambang tanpa penyangga, dalam hal ini furniture tersebut terlihat mengapung di dinding. Istilah floating juga mengacu pada tata letak furniture yang diposisikan sedemikian rupa di tengah ruangan terutama untuk menjauhi dinding, dalam hal ini adalah mengapung di tengah ruangan. Jadi istilah floating di sini dinamis, furniture yang menempel pada dinding disebut floating, menjauhi dinding juga floating, tergantung pada apa yang dijadikan acuannya. Menarik, bukan? 


Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tiga contoh aplikasi floating furniture yang bisa kita terapkan dalam membuat desain rumah minimalis.

Floating Cabinet/Shelf  

Nampaknya ini yang sudah populer di Indonesia, yaitu floating shelf atau sering disebut sebagai rak ambalan. Ambalan dalah rak tempel yang terbuka pada dinding yang selain berfungsi utama sebagai dekorasi juga dapat dipakai sebagai penyimpan barang lainnya, dibuat dengan cara menempelkan rak dengan sekrup pada dinding dan menyembunyikan siku pendukung di dalam papan kayunya. Sekilas ambalan serupa dengan Furniture Built-In. Bedanya pada kesan yang ditampilkan saja, jika furniture built-in mengesankan kompak dengan seluruh bidang dinding karena ia berdiri atau menempel dari lantai dinding bahkan kadang hingga langit-langit, sedangkan ambalan lebih memberi kesan mengambang daripada kesan menempelnya. Kesan mengambang seperti ini sangat cocok untuk rumah yang memiliki desain interior minimalis.

Rak TV floating
Ambalan yang nampak mengapung di atas,

Tempat Tidur Mengambang (Floating Bed)

Selain ambalan, mebel lain yang banyak dibuat dengan desain semacam ini adalah tempat tidur. Sama juga dengan rak ambalan, desain tempat tidur seperti ini mempunyai desain wall-mount di mana mebel tersebut dikaitkan pada bagian dinding kamar tidur. Kadang desain mengambang seperti pada tempat tidur ini dibuat dengan masih memakai kaki untuk mendukungnya, namun ditata sedemikian rupa sehingga tidak kentara dan menjadi terlihat mengambang. Sebagian tempat tidur mengambang dibuat dengan cara menggantungkannya ke langit-langit memakai tali pada empat sudutnya.



tempat tidur mengambang
Tempat tidur mengambang karya Washington Architects & Designers, FORMA Design

Floating Sofa

Floating sofa adalah cara menempatkan sofa yang di tengah-tengah ruangan dengan tujuan menjauhi dinding supaya ada sela lalu-lintas penghuni lewat tidak di depan sofa tapi di belakangnya. Tata letak seperti ini cocok untuk diterapkan pada ruangan-ruangan besar seperti ruang keluarga atau ruang tamu. Penataan floating sofa ini juga sering dilakukan pada ruangan rumah minimalis yang umumnya meminimalkan dinding atau tembok bagian dalam sehingga membuat ruangan nampak besar.

Sebagian orang kesulitan mendesain ruangan yang cukup besar seperti itu karena bingung bagaimana harus memulainya. Dengan desain furniture mengapung-apung di tengah atau floating, kita bisa mengisi ruangan besar, menghilangkan kesan kosong dan sepi dan menciptakan kesan ruangan yang intim, lebih bersahabat, cocok untuk berinteraksi. Floating furniture ini membangun Kesan Visual Ruangan pada tengah-tengahnya. Desain ini juga akan membuat aliran udara ke dalam rumah menjadi lancar dan ruangan nampak bersih. Biasanya karpet dipakai sebagai alas untuk furniture pada ruangan besar untuk membatasi area floating. Rumus sederhananya, yaitu setidak-tidaknya kaki depan furniture atau sofa harus ada pada karpet (tidak berlaku secara kaku).  

Floating furniture
Furniture indah dengan desain floating
karya Huntington Interior Designers & Decorators AMI Designs

Editor: +Tricahyo Abadi