Friday, March 7, 2014

Trend Interior: Pola Desain Grafis Hitam Putih

Tahukah Anda bahwa desain interior dan mode atau fashion mempunyai kesamaan dalam hal trend? Mungkin hal ini bukanlah sesuatu yang Anda sadari namun kenyataannya memang begitu. Terkadang, satu atau dua trend yang sedang in di dunia fashion juga in di dunia desain, khususnya desain untuk bagian interior rumah. Salah satu contoh yang mungkin juga bisa Anda gunakan untuk mempercantik bagian dalam rumah anda adalah desain grafis dengan tema warna hitam dan putih atau yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan black and white graphical design.

Penggunaan Pola dalam Desain Grafis Hitam Putih

Desain yang satu ini memadukan dua warna utama tadi menjadi satu. Tentu saja, perpaduan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah desain grafis yang apik dan sesuai untuk diterapkan dalam rumah bergaya modern maupun dalam rumah bergaya minimalis khususnya yang memilih tema warna hitam dan juga putih. Kali ini saya akan memilih empat desain grafis hitam putih, yaitu: polos hitam putih, pola geometris garis-garis (stripes), pola geometris persegi (rectangle), dan pola zebra (animal print). Keempat pola ini bisa diaplikasikan dalam banyak bagian dari interior rumah Anda, seperti vas bunga, sarung bantal, bahan kain pada kursi atau sofa, dan masih banyak lagi.

Polos Hitam Putih

paduan polos hitam-putih atau paduan warna antara keduanya
Tema ruangan polos hitam-putih dan paduan warna antara keduanya

Ide utama desain interior yang mengusung tema grafis hitam putih sebenarnya adalah penggunaan dua warna tersebut secara bersamaan dalam satu ruangan maupun dalam satu benda. Salah satu pengaplikasian warna hitam putih dalam desain grafis ini dalam bentuk yang paling mendasar yang tentunya sudah lama kita kenal adalah paduan polos hitam-putih atau paduan warna antara keduanya (warna kelabu bone, ivory, titanium, zinc, radiant, flake, silver, dim/light, slate, gainsboro, dan sebagainya). Contoh pengaplikasiannya adalah pada interior ruangan seperti yang di gambar ilustrasi. Ilustrasi pertama ini merupakan bukti bahwa kesan mewah ternyata dapat dibangun dengan warna perpaduan antara hitam-putih saja.

Pola Garis-Garis (Stripes)

Pola yang juga biasa digunakan dalam desain yang satu ini adalah pola garis-garis yang lebih dikenal dengan nama pola stripes. Pola yang satu ini sebenarnya juga sudah dikenal sejak lama. Sekarang, pola ini kembali menarik perhatian masyarakat terutama mereka yang merupakan pencetus dan pengamat trend yang berhubungan dengan desain rumah, baik pada bagian luar atau eksterior maupun pada bagian dalam atau interior.

Tema Ruangan Stripes
Pola garis hitam putih (stripes) pada dinding


Pola Geometris Persegi dan Kubus (Rectangles)

Bantal hias berpola geometris spiral kubus
Pola geometris spiral kubus pada bantal hias
Selain itu, satu lagi pilihan yang kini juga populer adalah berbagai macam pola-pola geometris persegi (rectangles). Pola  persegi dan kubus dapat disusun sehingga membentuk rangkaian kotak-kotak hitam pada warna alas putih maupun sebaliknya. Pola rectangles ini juga dapat dimainkan dengan berbagai pola geometris lain seperti spiral kubus yang diaplikasikan pada bantal penghias sofa di bawah ini.

Pola Zebra (Animal Print) 

Kursi oval berpola zebra
Pola animal print pada kursi
Selain pola geometris yang sudah disebutkan tadi, masih ada banyak pola desain grafis hitam putih lain yang cocok diaplikasikan dalam desain interior. Di antaranya adalah pola kulit zebra yang termasuk dalam jenis pola kulit binatang atau animal print. Pola zebra ini cukup nge-trend dan masih cukup segar dalam dunia desain interior khususnya Indonesia. Dulunya pola ini dipandang sebagai simbol ningrat dan status sosial karena yang bisa menggunakannya adalah orang-orang kaya seperti para raja yang dapat membeli bahan-bahan asli dari kulit binatang.

Pola animal print ini mulai menjadi populer di akhir tahun 1960-an khususnya karena diusung oleh Gerakan Bohemian dengan ide-idenya yang tidak konvensional dan menentang tradisi. Untuk masa kini dengan kecanggihan teknologi fashion kita bisa memanipulasi berbagai bahan tiruan tanpa harus dari kulit binatang yang asli. Yang tidak berubah adalah simbol yang diusung dari pola-pola ini, yaitu mengesankan kemewahan dan eksotisme. Jika menginginkan tema kemegahan sekaligus unik, pola zebra hitam putih ini mungkin cocok buat Anda. 

Editor: +Tricahyo Abadi 

Thursday, March 6, 2014

Cara Mudah Mengetahui bahwa Anda Pecinta Desain Rumah Minimalis

Setiap kali Anda mencoba untuk mencari desain interior yang paling tepat untuk bagian dalam rumah Anda, mungkin Anda mengalami kesulitan dalam menentukan desain seperti apakah yang sebenarnya paling sesuai dan cocok dengan selera Anda secara pribadi sebagai pemilik rumah. Pernahkah Anda mencoba untuk menyadari bahwa sebenarnya hal tersebut mungkin sudah Anda ketahui sehingga Anda tak perlu lagi mencari? Cara untuk mengetahui bahwa sebenarnya ada desain interior tertentu yang paling Anda sukai sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu memperhatikan lebih dalam lagi tentang detail-detail interior yang lebih menarik perhatian Anda. Sebagai salah satu contohnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui apakah Anda sebenarnya adalah seseorang yang menyukai desain rumah minimalis terutama pada bagian interior. Cara tersebut adalah dengan mengamati detail-detail berikut ini.

Pilihan Tempat Tidur Yang Cenderung Tidak Terlalu Tinggi

Tanda-tanda pertama yang bisa Anda amati berkaitan dengan tipe tampat tidur yang Anda pilih. Jika Anda lebih menyukai tipe tempat tidur yang tidak terlalu tinggi sehingga Anda seakan menaruh kasur Anda langsung diatas lantai, kemungkinan Anda adalah orang yang menyukai desain minimalis. Untungnya, di masa sekarang ini tempat tidur bergaya platform cukup populer dan ini tentunya akan menjadi pilihan tepat bagi Anda.

Tempat  tidur bergaya platform
Tempat  tidur bergaya platform

Perpaduan Warna Interior Rumah Putih, Hitam Dan Warna Netral Yang Lain

Selain tanda-tanda yang tadi, Anda juga bisa mencoba mengamati warna interior. Jika pilihan warna seperti hitam, putih, dan beberapa warna netral terutama coklat adalah yang paling Anda sukai, maka desain rumah minimalis merupakan satu desain yang memang Anda sukai dan paling tepat untuk Anda pilih. Bisa dikatakan demikian karena sebenarnya warna-warna tersebut merupakan warna yang paling sempurna untuk diaplikasikan dalam rumah dengan desain minimalis.

Warna netral interior minimalis
Warna netral interior minimalis

Pilihan Furniture Berdasarkan Fungsi Dan Bukan Nilai Dekoratif

Saat Anda hendak memilih furniture untuk diletakkan di dalam area rumah Anda, Anda selalu cenderung memilih sesuatu berdasarkan fungsi dan bukan nilai dekoratif. Sama seperti ide utama dalam desain minimalis, fungsi adalah sesuatu yang jauh lebih penting dibandingkan dengan nilai dekoratif. Sebuah furniture tidak akan begitu berguna walaupun tampilannya sangatlah menarik jika fungsi utama dari furniture tersebut malah dikesampingkan.

Furniture multifungsi
Furniture multifungsi

Kolam Renang Berbentuk Persegi Atau Kotak Adalah Yang Paling Anda Pilih

Jika Anda berkesempatan untuk membangun sebuah kolam renang di halaman belakang rumah Anda, maka Anda akan lebih memilih kolam renang dengan bentuk kotak atau persegi. Sebenarnya penjelasan dari hal yang satu ini sama halnya dengan penjelasan tentang furniture yang sudah disebutkan tadi. Fungsi adalah hal yang paling utama dala desain rumah minimalis yang merupakan sesuatu yang mungkin sudah Anda sukai sejak lama.

Kolam renang persegi
Kolam renang persegi

Editor: Tricahyo Abadi

Wednesday, March 5, 2014

Inspirasi Kata-Kata Bijak tentang Desain, Rumah, dan Keluarga

"Membuat yang simple menjadi rumit itu sudah biasa; membuat yang rumit menjadi simple itu benar-benar menakjubkan, dan itulah kreativitas." (Raewyn Brandon, desainer web dan grafis)

"Elegan adalah keseimbangan antara proposi, emosi, dan kejutan." (Valentino Garavani, fashion designer) 

"Setiap benda yang dibuat dengan seksama, mulai dari rumah hingga lampu jalanan, mulai dari jembatan hingga sendok makan, bukanlah semata sebuah barang belaka tetapi merupakan sebuah perwujudan fisik dari energi manusia; testimoni bagi kemampuan ajaib manusia untuk mengambil bahan mentah dan menyulapnya menjadi barang yang berguna, bernilai, dan indah." (Kevin McCloud, desainer Inggris)


"Desain adalah kecerdasan abstrak manusia yang diwujudkan hingga nampak oleh mata." (Feedfloyd.com)

Massimo Vignelli
"If you can design one thing, you can design EVERYTHING" (Massimo Vignelli)
"Jika bisa mendesain satu barang saja, Anda bisa mendesain semua barang." (Massimo Vignelli, Desainer Interior dan Furniture)

"Membangun sebuah rumah itu seperti memproduksi sebuah film. Tak ada cara yang benar-benar tepat, bahkan banyak kekeliruan yang harus dialami. Anda harus fleksibel dan kreatif. Anda harus bergerak cepat dan siap segalanya, jika tidak, akan cepat menghabiskan banyak biaya." (Jeremy Renner, produser film, pengarang lagu, aktor)

"Luangkan waktu di akhir pekan khusus untuk merenovasi rumah kita dengan cara memperbaiki sikap kita terhadap keluarga kita." (Robert "Bo" Bennet, pebisnis desain grafis)

"Rumah jauh lebih dari sekadar tempat berteduh. Sebuah rumah seharusnya dapat menggugah perasaan dan meningkatkan spiritualitas penghuninya." (John Saladino, arsitek terkenal)

"Seharusnya tidak akan ada teriakan dalam sebuah rumah kecuali ada kebakaran." (David Oman McKay, Presiden ke-9 Gereja LSD)

"Cinta itu api. Tapi apakah dia akan menghangatkan hatimu ataukah membakar rumah tangga yang telah kau bangun, engkau takkan pernah tahu." (Joan Crawford, aktris)

"Ini jadi semacam moto hidupku: jika seseorang tidak merasa bahagia saat berada di rumah, dia pun takkan bahagia saat berada di tempat lainnya." (Angie Harmon, aktris)


"Kebebasan dan keindahan hidup berumah tangga segera terhenti ketika keluarga dihidupi dengan pinjaman dan utangan." (Henrik Ibsen, dramawan Norwegia)

"Sesekali cobalah pandangi orang-orang tercinta yang terlelap di samping kita, rasakanlah di sana ada kedamaian yang lolos sejenak dari hiruk pikuk dunia yang sebentar lagi menjelang." (De RuMi)

"Apalah sebenarnya guna mempunyai anak jika Anda tidak punya cukup waktu di rumah untuk menjadi ibu/ayah yang mengasuh mereka." (Anthony Edwards, sutradara dan aktor)

"Masa depan banyak ditentukan di sekolah dan di rumah karena anak masa kini adalah hasil ajaran sekolah dan didikan keluarga. Oleh karena itu, orang dewasa harus berhati-hati dalam mengajar, serta dalam mendidik perilaku dalam kehidupan sehari-hari." (Jane Addams, filsuf, sosiolog, penulis)

"Rumah adalah tempat Anda merasakan kenyamanan dan betah untuk tinggal, yang di sana Anda diperlakukan sebaik-baiknya dengan penuh cinta." (Dalai Lama)

"Apa yang bisa kita lakukan untuk menciptakan perdamaian dunia? Kembalilah ke keluarga, dan cintai mereka dengan tulus." (Bunda Theresa) 

"Tak ada hal yang bisa menciptakan rasa aman yang nyata di dalam sebuah rumah kecuali cinta yang tulus." (Billy Grahams, Pendeta)

"Keluarga tidaklah selalu bertalian darah. Keluarga adalah orang-orang di dalam hidup Anda yang menginginkan diri Anda di kehidupan mereka. Mereka menerima Anda apa adanya. Mereka akan melakukan apa saja supaya bisa melihat diri Anda tersenyum, dan mereka mencintai Anda dengan setulus hati." (Anonim)

Sumber gambar: PierreJunod.com dan AliciaUrbano.com

Foyer dan Beranda, Ruang Transisi Penyambut Tamu Rumah

Sebelum memasuki sebuah rumah, suatu saat Anda akan menemukan sebuah ruangan yang mengantarkan Anda memasuki ruang utama. Perabotan ruangan ini biasanya terdiri dari tempat duduk dan meja hias, kabinet, cermin, tempat penyimpan baju luaran, topi, dan payung. Ruangan ini juga biasa dihiasi dengan lighting, jam besar, atau lukisan berbingkai pada dindingnya. Itulah foyer, ruang transisi sebagai tempat menyambut tamu sebelum memasuki ruangan dalam rumah. Pertanyaannya, mengapa foyer berisi Furniture dan ornamen tipikal seperti itu?

Foyer, Adopsi dari Arsitektur Barat

Ya, foyer memang merupakan konsep ruangan rumah yang diambil dari arsitektur Barat yang secara geografis mempunyai musim dingin. Awalnya sebuah foyer didesain di rumah-rumah besar sebagai pengunci udara atau airlock untuk memisahkan ruangan yang lebih panas yaitu ruangan tamu, dari arah bagian depan luar rumah yang merupakan akses hawa dingin dari temperatur luar yang rendah menyusup ke dalam (untuk memahami aliran udara dalam sebuah rumah Anda dapat membaca tulisan prinsip Ventilasi Pengatur Sirkulasi Udara Rumah). Foyer sebagai airlock rumah juga berfungsi untuk melindungi rumah dari kontak langsung dari debu dan partikel polutan lainnya masuk ke dalam rumah.


Saat musim dingin, orang akan memakai baju penghangat luar, topi, dan payung - pada musim salju - sehingga orang akan melepas dan menyimpan semua itu di foyer sebelum memasuki rumah. Khusus tamu, disediakan cermin dan kursi duduk untuk untuk berias dan istirahat sejenak di sana. Ada juga foyer yang didesain dengan wastafel tambahan untuk menyegarkan diri khususnya bagi tamu rumah.

Foyer Mungil Kontemporer
Foyer mungil yang sangat cantik karya Pat Manning-Hanson
dari Gabberts Design Studio & Fine Furniture
Gambar contoh foyer di atas adalah desain interior karya Pat Manning-Hanson dari Gabberts Design Studio & Fine Furniture yang diaplikasikan pada sebuah kondiminium dua lantai di Mill City Retreat Minneapolis, Minnesota, AS. Memanfaatkan garis dan bentuk-bentuk geometris yang dipadu dengan besutan gaya kontemporer yang lembut membuat tampilan foyer rancangannya nampak elegan. Furniture meja hias tinggi ramping terbukti efisien melegakan ruangan. Kursi empuk berwarna putih senada dinding diberi aksen bantal bermotif kembang-kembang. Kombinasi pilihan warnanya juga juga tepat: warna dasar tembok yang netral putih gading dan biru tua (deep) karpet dikombinasi dengan warna kuning dari pencahayaan lampu berkap putih, lantai kayu dan tungku perapian, ditambah aksen alami warna hijau daun tanaman dan pernik karang menciptakan suasana yang tenang, hangat, sekaligus menyegarkan: padu-padan yang sempurna. Plus lukisan geometris bergaya deco juga menjadikan suasana ruang berkesan mewah, royal, dan berkelas. Semuanya menjadikan desain ini menjadi tempat yang sungguh istimewa khususnya untuk sebuah peristirahatan.

Kini foyer lazim digunakan sebagai ruang penyambut tamu sementara. Foyer dalam rumah bisa berbentuk area lorong sederhana yang tidak harus memiliki furniture selengkap konsep awal di atas. Di area ini diharapkan setidaknya tamu:
  • mendapatkan suasana rumah yang hangat dan welcome
  • dapat menyesuaikan diri dengan rumah
  • merasa nyaman dengan disambut tuan rumah sebelum masuk
  • mengenali struktur pedalaman desain rumah


Lalu bagaimana keputusan Anda, apakah rumah kita harus mengadopsi Foyer sebagai Ruang Transisi? Semuanya tergantung pada selera dan konsep yang Anda pilih dalam membangun rumah. Alternatif lain yang bisa Anda pilih bagi ruang transisi penyambut tamu adalah beranda.

Beranda, Cocok untuk Iklim Tropis Indonesia 

Beranda nampaknya lebih dulu kita kenal daripada foyer. Kita sudah sering menyebut dengan emper, langkan, atau serambi yang merujuk pada konsep serupa.

Rancang bangun orang Jawa biasa menyebutnya dengan istilah emper, bagian depan rumah yang berupa sengkuap atau atap tambahan terbuka (tidak berdinding) yang bersambung pada rumah induk. Serupa dengan foyer, di emperan ini biasanya ada kursi atau amben (dipan santai) yang dapat dipakai sebagai tempat bersosialisasi termasuk menerima tamu akrab seperti tetangga dekat atau sebagai ruang transisi guna menyambut tamu secara patut dan dipersilakan masuk sebagai penghormatan. Jika emperan ini diberi tembok sekelilingnya dan tangga naik, kita biasa menyebutnya dengan teras. Dan jika ukurannya panjang, kita menyebutnya serambi atau beranda yang kita pinjam dari bahasa Portugis varanda.

Beranda yang terbuka sesuai dengan iklim tropis Indonesia yang panas. Di sana biasanya kita duduk bersantai menikmati angin sambil ngobrol dengan sesama anggota keluarga maupun tamu kita. Walaupun demikian, untuk memilih membuat foyer atau beranda sebagai ruang transisi rumah, atau bahkan dua-duanya, semua tetap ada di tangan Anda. Yang jelas, dengan memandang ruang ini sebagai ruang transisi menyiratkan arti ruangan ini pada rumah adalah lebih pada fungsi daripada penampilan. :)

Tuesday, March 4, 2014

Tips Menempati Rumah Baru di Perumahan

Sebelumnya telah dibahas Tips Membeli Rumah di Perumahan buat para pembaca +De TruMi. Permasalahannya, bagaimana jika Anda sudah dalam keadaan terlanjur beli dan siap menempati rumah kita sementara Anda belum menjalankan tips tersebut? Maka untuk itu, kali ini kita akan membahas Tips Menempati Rumah Baru di Perumahan. Jika Anda melewati saran-saran pada Tips Membeli Rumah di Perumahan, maka ada baiknya ada mengikuti tips berikut ini.

Mengecek Kembali Spesifikasi Rumah

Sebagai langkah awal, sebelum Anda menerima kunci dari developer sebaiknya Anda mengecek apakah rumah sebagai produk yang Anda beli sesuai dengan spesifikasi sebelumnya. Hal itu dapat Anda lakukan dengan membandingkan brosur spesifikasi rumah yang Anda tempati dengan kondisi riilnya. Mintalah salinan gambar perencanaan rumah yang Anda beli untuk perbandingan keadaan rumah sekarang dengan rencana sebelumnya. Kadang karena sesuatu hal, terjadi perubahan atau pengembangan dalam pembangunan perumahan sehingga tidak lagi sesuai dengan kondisi riil rumah yang sekarang.

Menempati Rumah Baru
Kebahagiaan menempati rumah baru hendaknya dibarengi dengan persiapan yang baik 

Mengantisipasi Kerusakan Rumah

Tanyakanlah detail perubahan apa saja yang telah dilakukan pada rumah yang baru Anda beli. Biasanya ada gambar hasil akhir pembangunan yang juga bisa diminta untuk perbandingan. Lakukan pemeriksaan seluruh kondisi rumah untuk mengetahui semuanya berfungsi dengan baik. Ini penting untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kerusakan yang sudah tidak ditanggung oleh pengembang, kita bisa secara cepat menangani masalah yang terjadi karena mengenal seluk-beluk pedalaman rancangan bangunan rumah yang kita beli itu. Misalnya, instalasi air dan listrik yang sangat vital dan menjadi sumber kebutuhan pokok sehari-hari. Jika menemukan ketidakberesan, Anda berhak komplain ke developer karena pada perjanjian antara pembeli dan pengembang biasanya ada masa garansi minimal selama 100 hari atau tiga bulan. Pengembang biasanya menyerahkan format garansi ini bersamaan ketika penyerahan kunci. Pengembang yang bagus akan mengutamakan pelayanan purnajual perumahannya.

Isi Perabotan Rumah Baru

Rumah baru di perumahan tentunya masih dalam keadaan kosong. Segera isi dengan Furniture Pokok yang Anda butuhkan, misalnya tempat tidur, almari, dan kompor. Perabotan tambahan lain seperti kursi bisa menyusul jika budget Anda terbatas. Namun, jika budget Anda cukup banyak tapi belum punya ide akan diisi perabotan apasaja rumah baru Anda tersebut, Anda bisa meniru atau mencari ide berdasarkan bangunan contoh di perumahan tersebut. Biasanya pengembang telah mengisi rumah contoh lengkap dengan furniture yang cukup menarik sebagai promosi perumahannya.

Segera Beradaptasi dengan Sekitar

Warga perumahan biasanya terdiri atas pendatang dari berbagai latar belakang dan daerah. Sebagian penghuni baru perumahan merasakan kesulitan dalam beradaptasi sehingga mereka merasa tidak betah tinggal di lingkungan barunya. Sebenarnya ada warisan tradisi nenek moyang kita yang patut kita lestarikan saat akan menempati rumah baru, yaitu mengundang tetangga sekitar untuk acara selamatan dan makan sekadarnya saat boyongan ke rumah baru. Ada juga warga perumahan yang membentuk paguyuban untuk mempererat silaturahim antar warga. Paguyuban biasanya menyelenggarakan acara kumpul-kumpul warga baru memanfaatkan hari-hari libur seperti Tahun Baru. Dua cara ini bisa Anda lakukan untuk saling mengenal tetangga baru kita serta untuk bersosialisasi antar warga. ***

Sebagian orang menjual rumahnya lagi karena memutuskan lingkungan rumah yang baru dibelinya tidak ramah, sepi, sempit, dan alasan lain yang sebenarnya sudah harus diperhitungkan sejak sebelum rumah itu dipilih. Sebelum Anda memutuskan, pikirkanlah kembali masak-masak karena menjual rumah seringkali berarti mengulang permasalahan baru, yaitu bagaimana caranya memperoleh rumah. 

Sunday, March 2, 2014

Ventilasi untuk Mengatur Sirkulasi Udara Rumah

Sirkulasi atau perputaran udara di dalam rumah sangat penting bagi kesehatan penghuninya. Dalam desain bangunan kita mengenal sistem yang mengatur sirkulasi udara ini sebagai ventilasi. Ventilasi yang baik pada prinsipnya membuat pertukaran udara alami secara lancar: mengalirkan udara dari luar ke dalam rumah, menyebarnya ke seluruh ruangan, kemudian mengalirkannya kembali keluar rumah. Aliran udara dari luar diperoleh melalui celah-celah atap, kisi-kisi, lubang ventilasi, dan lain-lain, maupun pada bukaan rumah seperti jendela dan pintu.

Tujuan Penerapan Ventilasi Udara

Tujuan penerapan sistem ventilasi udara adalah memanen oksigen sebagai kebutuhan utama pernafasan manusia. Untuk itu, faktor kapasitas penghuni rumah yang berhubungan dengan kebutuhan oksigennya harus dipertimbangkan agar sistem ventilasi ini dapat berfungsi secara efektif. Selain itu, ventilasi juga untuk menghindari terjadinya kelembapan yang berlebihan, panas, bakteri, serta polutan udara seperti bau tidak sedap, asap beracun (karbondioksida), dan debu. Ventilasi yang kurang baik membuat hal-hal negatif yang dihindari tersebut terakumulasi di dalam rumah sehingga mengakibatkan penghuni merasa lesu, bahkan sering sakit. Selain itu, hal-hal negatif tersebut juga merusak perabotan rumah tangga di dalam rumah.

Prinsip Sirkulasi Udara Alami

Pada prinsipnya udara mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi (dingin) mengalir ke daerah yang bertekanan rendah (panas). Udara juga memuai bila dipanaskan, sehingga bergerak ke atas. Ventilasi memanipulasi keadaan bagian rumah sesuai prinsip tersebut sehingga aliran udara lancar. Berdasarkan prinsip pemanfaatan suhu ini, ada dua cara:
  • ventilasi horisontal (mengalirkan udara, secara mendatar) 
  • ventilasi vertikal (dari bawah yang dibuat dingin ke atas yang lebih panas)
Ventilasi satu sisi vs cross ventilation
Ventilasi satu sisi vs cross ventilation (gambar: Elizabeth Gatlin)

Penempatan lubang ventilasi harus disesuaikan dengan arah angin masuknya. Penempatan jalan masuk udara pada salah satu sisi saja atau yang tidak berhadapan memungkinkan timbulnya kantung udara. Ventilasi yang bagus adalah yang berlawanan arah (cross ventilation), yaitu ruangan yang mempunyai akses masuk udara (inlet) di satu sisi serta lubang keluarnya (outlet) di sisi yang berhadapan dengan masuknya. Agar udara menyebar terlebih dahulu dalam ruangan tersebut sebelum keluar, perlu dilakukan beberapa manipulasi seperti tirai atau tembok sirip penahan hembusan atau aliran angin (deflector, wing), penempatan inlet dan outlet tidak sejajar/lurus, atau inlet lebih besar/lebih tinggi dari outlet dan sebaliknya.

Besar lubang ventilasi (termasuk bukaan seperti jendela dan pintu) yang dianggap mencukupi kapasitas adalah sepertiga dari luas lantai ruangan tersebut.

Ketidaknyamanan Ruang

Kenyamanan dalam satu ruangan yang berhubungan dengan ventilasi bisa disebabkan beberapa hal berikut ini:

  • aliran udara dari lubang ventilasi terlalu deras (solusinya bisa dipasang deflector/tirai penahan hembusan)
  • Posisi penghuni ruangan terlalu dekat dengan lubang ventilasi (solusinya mempertimbangkan tinggi ventilasi dan jarak dengan tempat penghuninya biasa berada pada ruang tersebt) 
  • Benda-benda yang ada dalam ruangan memiliki perbedaan suhu yang tajam (sebaiknya penempatan seperti ini dihindari)
  • Serangga dan debu masuk lewat lubang ventilasi (solusinya lubang diberi kawat kasa halus sebagai penyaring)

Saturday, March 1, 2014

Pengertian Desain Minimalis yang Salah Kaprah

Di dalam uraian +De RuMi sebelumnya mengenai Tiga Model Standar Rumah Minimalis Berdasarkan Lahannya telah sedikit disinggung bahwa rumah mungil oleh orang khalayak umum diidentikkan dengan rumah minimalis. Mengasosiasikan rumah minimalis dengan rumah kecil ini agak salah kaprah. Pada kenyataanya, desain minimalis sebenarnya berhubungan dengan ide mengurangi segala sesuatu hingga pada unsur-unsur penting yang benar-benar dibutuhkan, dan bukan karena keterbatasan lahan yang kita beli seperti yang sering dilabelkan di brosur perumahan-perumahan. 


Konsep desain minimalis adalah meringkas segala yang ada hingga tinggal kualitas intinya dan mencapai kesederhanaan. Ide ini sangat banyak dipengaruhi oleh desain dan arsitektur tradisional Jepang, khususnya yang dilandasi filsafat Zen yang memandang bahwa kesederhanaan dan alamiah membawakan cita-cita kebebasan dan esensi hidup. Tujuannya bukanlah sama sekali tanpa barang hiasan atau ornamen, tetapi semua bagian, detil, dan pengerjaan bahan yang ada akan dipertimbangkan sampai pada tingkat dimana tidak ada lagi barang yang bisa dikurangi untuk meningkatkan kualitas desainnya tersebut. Pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan untuk memperoleh esensi tersebut adalah pencahayaan, bentuk, detil bahan, ruang, tempat dan kondisi manusianya.

Ciri rumah Minimalis
Ciri rumah Minimalis: putih-hitam, bentuk-bentuk geometris, perabot minimal

Pada awal abad ke-19, Ide penyederhanaan desain ini muncul dan berkembang sebagai reaksi terhadap desain yang didekorasi secara berlebihan pada periode-periode sebelumnya. Aristektur minimalis tidak hanya mempertimbangkan kualitas fisik bangunan, tetapi juga memandang jauh ke dalam dimensi spiritual dan tak terlihat, dengan cara menyimak petuah para tokoh, serta memperhatikan detil, orang, alam, dan bahan. Semua itu akan dilakukan untuk mengungkapkan kualitas abstrak dari sesuatu yang tidak nampak dan mencari esensi dari kualitas-kualitas tak nampak itu, seperti cahaya yang berasal dari alam, langit, tanah, dan udara. Mereka membuka dialog dengan lingkungan sekitarnya untuk memutuskan pilihan bahan paling esensial untuk konstruksi bangunan dan menciptakan hubungan dengan bangunan dan lokasi.

Dalam arsitektur minimalis, unsur-unsur desain menyampaikan pesan tentang kesederhanaan. Bentuk bentuk geometris dasar, unsur-unsur tanpa dekorasi, bahan sederhana, dan repetisi struktur mewakili kesan keberaturan dan kualitas inti. Pergerakan cahaya alami dalam rumah menampakkan ruang yang terbuka, bersih, dan sederhana. Pada akhir abad ke-19 sebagai pergerkanan pengrajin dan seniman mulai populer di Inggris, orang menghargai sikap “kebenaran pada bahan” dengan mempertimbangkan karekteristik bawaan dan pedalaman dari bahan tersebut. Arsitek minimalis “mendengarkan figure, mencari esensi dan kesederhanaan dengan menemukan kembali kualitas berharga dan bahan biasa.

Untuk memperoleh kesederhanaan dan esensi segala sesuatu, desain minimalis memilih unsur-unsur penting yang benar-benar dibutuhkan. Para arsitek memilih beberapa unsur esensial sebagai berikut:
  • mengolah unsur-unsur dasar desain seperti dasar geometris (garis-garis, bidang, dan ruang)
  • penerapan bentuk-bentuk dasar geometris (persegi panjang)
  • pemakaian warna dasar (merah, kuning, biru), dan pencahayaan (gelap -terang, hitam - putih)
  • pemanfaatan detail bahan bangunan alami seperti kayu dan batu alam
  • ruang yang luas dengan pengurangan perabotan interior dan tembok bagian dalam rumah
  • penerangan yang elegan dan sederhana
Demikian pengertian desain minimalis yang perlu kita ketahui bersama. Walaupun sekarang pemakaian istilah tersebut telah salah kaprah seperti juga telah disengaja oleh +De RuMi di blog ini, mudah-mudahan kita bisa mulai memahami apa yang dimaksud dengan desain minimalis yang sebenarnya. (Sumber: Wikipedia)